RSS Amplifier

Indirect Resource · Feb 27, 2021

Sebelum Uang menjadi Digital

0
Sign in to vote or save

Budi Sukmana · Indirect Resource

Pembaruan Terkini: 18 November 2022

In fact, even today coins and banknotes are a rare form of money. The sum total of money in the world is about $60 trillion. More than 90 percent of all money - more than $50 trillion appearing in our accounts - exists on on computer servers. Accordingly, most business transactions are executed by moving electronic data from one computer file to another, without any exchange of physical cash.

~ Yuval Noah Harari

Apabila memang benar adanya bahwa 90% total uang yang beredar di dunia saat ini ternyata berada di server komputer alias uang sudah menjadi digital (digital money). Masih ada satu jenis transaksi dari sejak pertama kali manusia mengenai uang yang masih kita lakukan hingga saat ini.

Alias transaksi tunai (cash transaction).

Untuk lebih memahami transaksi tunai, mari kita lihat analogi di bawah ini.

Agar sebuah transaksi dapat terjadi:

Alice dan Bob harus memiliki imajinasi kolektif yang sama terlebih dahulu, yaitu dimana mereka sama-sama percaya bahwa uang Rupiah memiliki nilai dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah.

Dalam analogi ini, Alice adalah pembeli dan Bob adalah penjual.

Setelah terjadi kesepakatan harga dari kedua belah pihak:

  1. Alice mengeluarkan sejumlah uang kertas dan/atau koin dari dompetnya dan memberikan uang tersebut secara langsung kepada Bob, tanpa Alice harus memperkenalkan diri dan menceritakan sumber (asal) dari uangnya terlebih dahulu.

  2. Bob menerima dan memeriksa jumlah dari uang tersebut. Apabila sesuai dengan jumlahnya, Bob akan menukarkan dengan produk atau jasa yang diinginkan oleh Alice. Apabila jumlah uang yang diberikan melebihi dari harga kesepakatan, Bob akan mengembalikan sejumlah uang kepada Alice. Begitu juga sebaliknya, apabila jumlah uang yang diterima Bob kurang dari harga yang sudah disepakati, Bob akan meminta Alice untuk menambah sejumlah kekurangannya.

Dari proses yang terlihat sangat sederhana tersebut, ada beberapa karakteristik khusus yang hanya terjadi pada transaksi tunai ini:

  1. Alice tidak perlu memperkenalkan dirinya (anonymous) kepada Bob, termasuk dari mana asal sumber uang tersebut, dan apa tujuan Alice membeli barang tersebut.

  2. Uang cash yang ada digenggaman tangan atau di dalam dompet Alice, adalah milik Alice sepenuhnya! Artinya Alice memiliki kontrol sepenuhnya terhadap uang tersebut (sovereignity).

  3. Dari dua poin di atas, tersirat dengan sangat jelas, bahwa dalam melakukan transaksi tunai, Alice tidak perlu menggunakan perantara atau pihak ketiga alias (perrmisionless) untuk memberikan uangnya kepada Bob.

Tapi transaksi tunai juga memiliki kelemahan:

  1. Transaksi cash dengan jumlah yang besar, membuat uang kehilangan salah satu karakteristiknya, yaitu menjadi tidak mudah untuk dipindah tangankan (not portable).

  2. Perpindahan uang tunai membutuhkan perpindahan secara fisik (physical exchange), hal ini membuat rantai kepemilikan (chain of ownership) dari uang tunai menjadi sulit untuk dilacak (untraceable).

  3. Transaksi tunai yang sudah terjadi tidak dapat dikembalikan (immutable).

    Artinya apabila karena satu dan lain hal, Alice ingin mengembalikan barang/jasa yang sudah di terima dan meminta uang yang sama dikembalikan oleh Bob.

    Besar kemungkinan Bob tidak dapat memenuhi keinginan Alice, karena besar kemungkinan uang yang sudah diterima oleh Bob sudah berpindah kepemilikan ke orang lain.

    Dan seandainya dapat dilakukan sekalipun, besar kemungkinan Alice akan menerima jumlah uang yang sama tapi dengan uang yang berbeda (berbeda nomor seri di uang kertas atau uang koin yang sebelumnya bukan milik Alice).

    Dengan kata lain, apa yang terjadi sebenarnya adalah Bob mengembalikan uang (membuat transaksi baru) kepada Alice.

Chain of Ownership pada transaksi tunai

Perkembangan lintas perdagangan seiring dengan kehadiran teknologi internet, membuat jenis transaksi tunai ini menjadi tidak efisien lagi.

Pihak institusi keuangan seperti bank dan pihak yang mengatur sistem keuangan (monetary sistem) seperti bank sentral mencoba memecahkan masalah yang ada di transaksi tunai, dengan membawa uang ke jagat digital (digital money).

Digital Money dalam konteks ini adalah aplikasi mobile banking atau e-wallet yang selama ini sudah kita gunakan untuk menyimpan uang dan melakukan transaksi dalam sehari-harinya.

No posts

Read the original on budisukmana.substack.com

Comments

Nothing yet. Say the first thing.

    Sign in to join the conversation.