Pembaruan Terkini: 17 November 2022
Pengantar
Pada saat pertama kali tulisan ini dibuat, dua jenis cryptocurrency dengan market capitalization terbesar sampai saat ini, yaitu di mana:
Bitcoin (BTC) mencapai 55,000 USD (Rp 775 juta) per coin nya dan
Ethereum (ETH) mencapai 2,000 USD (Rp 28 juta) per coin nya.
Kedua-duanya sedang mengalami fase all time high (ATH)! To the moon 🚀 kalau kata para cryptonians.
Semakin lama kita mengenal teknologi blockchain atau crypto, hampir dipastikan kita tidak akan pernah lepas dari harga coin atau token di pasar kripto (crypto market) dari setiap proyek dan/atau teknologi dibaliknya.
Oleh karena itu tidak ada salahnya kita mengambil beberapa langkah mundur untuk mengerti bagaimana cara uang dapat bekerja, agar kita semua mulai memiliki landasan pemahaman yang tepat sebelum memutuskan untuk melangkah lebih jauh.
Tiga Fungsi Uang yang sudah kita ketahui
Mari kita mulai dengan mengunjungi 3 (tiga) fungsi uang, yang sudah kita kenal selama ini:
Alat Tukar (medium of exchange)
Dapat digunakan sebagai alat untuk memfasilitasi proses pertukaran (transaksi) antara barang/jasa (penjual) dengan kebutuhan/tujuan (pembeli).
Alat Penyimpan Nilai (store of value)
Setelah disimpan sekian lama, nilai dari uang tersebut diharapkan tidak berubah (mudah-mudahan naik) dan tetap dapat digunakan sebagai alat tukar untuk mendapatkan barang/jasa yang sama seperti di saat ini.
Alat Satuan Nilai (unit of account)
Digunakan sebagai alat untuk menentukan satuan dari nilai (harga) akan suatu barang, jasa, atau jenis transaksi lainnya.
Lima Karakter dari Uang yang Ideal
Untuk dapat menjalankan ketiga fungsinya dengan baik, uang yang ideal setidaknya memiliki 5 (lima) karakter di bawah ini:
Memiliki Ketahanan (durable)
Dibuat dari bahan yang tepat agar tidak cepat rusak karena termakan waktu.
Bayangkan kalau bahan uang kertas sama dengan kertas tissue.
Mudah dipindahkan (portable)
Pertumbuhan dan perkembangan ekonomi harus diikuti dengan kemudahan perpindahan uang dari satu pihak ke pihak yang lain. Bayangkan kalau 1 (satu) uang koin memiliki berat 10 (sepuluh) kilogram!
Dapat dibagi (divisible)
Bayangkan kalau satuan unit terkecil dari mata uang Rupiah adalah seratus ribu rupiah. Bagaimana kita dapat melakukan transaksi yang nilainya hanya seribu rupiah?
Seragam (uniform)
Bayangkan kalau uang seribu rupiah yang kita miliki memiliki berbagai jenis bentuk, ukuran, desain dan diterbitkan oleh pihak yang berbeda-beda.
Langka (scarce)
Bayangkan kalau uang yang kita pegang saat ini sangat mudah ditiru atau dicetak (mint) oleh siapapun.
Empat Jenis Uang sepanjang Sejarah
Untuk konteks kali ini kita cukup mengenal empat konsep sederhana dari jenis uang yang sudah terjadi dan dibentuk selama ini:
Barter
Barter adalah sebuah konsep bersifat imajinasi yang digunakan oleh para ahli ekonomi untuk menyederhanakan sebuah proses transaksi yang terjadi di saat manusia belum mengenal konsep uang seperti sekarang ini.
Commodity Money
Bentuk commodity money pertama adalah ternak dan hasil olahan dari bercocok tanam seperti gandum untuk digunakan sebagai alat tukar.
Bentuk evolusi terakhirnya adalah penggunaan logam mulia (precious metals) seperti emas atau perak (coinage).
Representative Money
Terjadi di saat penggunaan commodity money mulai dirasa tidak efisien lagi.
Sehingga pihak yang berwenang atas penerbitan uang di saat itu mengeluarkan jenis uang baru (kertas atau koin) yang di mana setiap/sebagian unitnya diwakili oleh (backed by) sebuah aset.
Apabila uang tersebut diwakili oleh sebuah komoditas, dapat kita sebut sebagai commodity-backed money.
Pada tahun 1944, 35 (tiga puluh lima) dolar Amerika Serikat (USD) dapat dikonversi dengan 1 (satu) ons emas murni.
Sepuluh Oeang Republik Indonesia (ORI) pada tahun 1946 adalah sama dengan 5 (lima) gram emas murni pada saat itu?
Fiat Money (Uang Fiat)
Salah satu momen terpenting dari “lahirnya” uang fiat terjadi pada tahun 1971, dimana Richard Nixon - Presiden Amerika Serikat pada saat itu melepaskan keterkaitan antara nilai dolar Amerika Serikat (USD) dengan emas murni.
Sehingga pada saat itu dan sampai hari ini, 35 (tiga puluh lima) USD tidak lagi dapat dikonversi menjadi 1 (satu) ons emas murni. Di saat itu pula, nilai USD menjadi relatif terhadap ketersediaan (supply) dan permintaan (demand) di pasar terhadap mata uang lainnya.
Sesuai dengan arti kata fiat yang dalam bahasa Latin berarti “let it be done” - yang dapat di artikan seperti “ini adalah uang” untuk digunakan sebagai alat pembayaran yang sah (legal tender) karena pihak (pejabat) yang memiliki wewenang untuk melakukan penerbitan uang mengatakan demikian.
Hampir semua jenis uang yang digunakan di seluruh negara di dunia saat ini adalah uang fiat.
Termasuk mata uang rupiah.
Setidaknya ini adalah evolusi dari jenis uang yang kita kenal sampai saat ini.
Bagaimana Cara Uang dapat Bekerja
Yuval Noah Harari dalam bukunya yang berjudul Sapiens - A Brief History of Humankind, memberikan penjelasan bagaimana cara uang dapat bekerja:
“Cowry sheels and dollars have value only in our common imagination. Their worth is not inherent in the chemical structure of the shells and paper, or their colour, or their shape. In other words, money isn’t a material reality - it is a psychological construct. It works by converting matter into mind.
But why does it succeed? Why should anyone be willing to exchange a fertile rice paddy for a handful of useless cowry shells? People are willing to do such things when they trust the figments of their collective imagination. Trust is the raw material from which all types of money are minted.
Dari kutipan di atas dapat disimpulkan, bahwa:
Sebuah jenis uang dapat memiliki nilai bukan karena jenis, bahan, atau bagaimana cara membuatnya.
Nilai dari sebuah jenis uang hanya berada di sebuah imajinasi kolektif (collective imagination) antara saya dengan kalian dan orang lainnya.Uang hanyalah representasi dari imajinasi kolektif tersebut.
Sebuah jenis uang dapat menjalankan fungsinya dengan baik apabila orang yang menggunakannya sama-sama memiliki kepercayaan (trust) terhadap imajinasi kolektif tersebut.
Singkat kata:
Money is the most universal and most efficient system of mutual trust ever devised.
~ Yuval Noah Harari
Kenapa sangat universal dan efisien?
Bayangkan, kedua orang yang tidak saling mengenal satu sama lain dengan latar belakang, suku, maupun kepercayaan yang berbeda-beda dapat melakukan sebuah proses transaksi asalkan masing-masingnya memiliki imajinasi kolektif yang sama terhadap salah satu jenis uang.
Apakah bitcoin adalah Uang dan Bekerja seperti Uang?
Dalam konteks ini, saya belum akan membahas mengenai karakteristik bitcoin sebagai uang.
Tapi yang pasti dalam satu dekade terakhir ini, semakin banyak orang memiliki imajinasi kolektif yang sama terhadap Bitcoin terlepas dari apapun tujuannya.
Dan semuanya itu dimulai dari sebuah “cerita” yang dibuat oleh Satoshi Nakamoto pada tanggal 31 Oktober 2008 yang lalu.

Comments
Nothing yet. Say the first thing.
Sign in to join the conversation.