RSS Amplifier

Indirect Resource · Feb 20, 2021

Digital Gold

0
Sign in to vote or save

This page did not load. You can still read it on the original site — the toolbar below keeps your place in the directory.

Buku Bitcoin yang Wajib Dibaca oleh Normies

Pembaruan Terkini: 13 November 2022

2016

Jauh sebelum adanya istilah web3.

Perkenalan pertama saya dengan Bitcoin di mulai pada tahun 2013 lalu. Di saat itu saya masih terlalu skeptis dan tidak sanggup membayangkan apa yang dimaksud “uang digital yang hanya ada di internet”.

Sampai akhirnya di pertengahan tahun 2016, setelah melewati berbagai peristiwa yang saya yakin bukanlah kebetulan, membuat saya terjerembab “masuk ke lubang kelinci” (into the rabbit hole) ke dalam dunia yang akhirnya mengubah pandangan dan perjalanan hidup saya setelahnya.

Salah satu peristiwa penting di saat itu adalah pada saat saya menemukan buku Blockchain Revolution - How The Technology Change Behind Bitcoin is Changing Money, Business, and The World oleh Don Tapscott dan Alex Tapscott, di salah satu rak bagian business di Kinokuniya Plaza Senayan.

Tanpa keraguan saya langsung membeli buku tersebut dan di hari yang sama saya langsung mulai membacanya.

Huh! Ternyata tidak semudah yang saya bayangkan.

Isi dari buku tersebut terlalu kemana-mana dan terlalu dipenuhi dengan ide, harapan dan imajinasi yang bersifat utopis mengenai bagaimana blockchain dapat mengubah kehidupan manusia.

Digital Gold

Digital Gold oleh Nathaniel Popper

Tapi pengalaman tersebut tidak membuat saya menyerah. Dengan berbekal Amazon Kindle yang saya titip melalui salah satu teman di Singapura, saya akhirnya menemukan satu buku yang berhasil mengubah saya.

Dari seseorang yang berada dalam tahap penasaran menjadi seseorang yang sangat antusias untuk mengenal lebih jauh dan lebih dalam lagi mengenai apa itu Bitcoin dan blockchain.

Judul buku itu adalah Digital Gold - Bitcoin and The Inside Story of The Misfits and Millioners Trying to Reinvent Money oleh Nathaniel Popper. Saat ini buku tersebut sudah dapat dibeli di berbagai platform e-commerce asal Indonesia dengan harga yang sangat terjangkau.

Nathaniel Popper adalah salah satu kontributor dari The New York Times yang fokus kepada pemberitaan di bidang keuangan dan teknologi, khususnya yang berkaitan dengan perkembangan cryptocurrency dan blockchain.

Apa yang saya suka dari buku ini adalah karena gaya penyampaian dari penulisnya yang berhasil mengemas cerita di balik dari para pelaku awal (innovators) Bitcoin seperti layaknya sebuah cerita fiksi.

Buku ini tidak hanya sekedar memaparkan bagaimana sejarah dan latar belakang dari Bitcoin, tapi juga menyuratkan sisi emosional dari setiap pelaku awalnya sampai dengan bagaimana bitcoin mulai dapat memiliki nilai (harga) terhadap mata uang yang kita kenal saat ini.

Sampai akhirnya hal-hal apa saja yang menarik perhatian para entrepreneurs (termasuk speculators) untuk membawa cerita Bitcoin ini lebih jauh lagi ke masa depan.

Di bawah ini adalah beberapa kutipan dari buku tersebut:

“Imagine that Bitcoin is successful and becomes the dominant payment system in use throughout the world,” he wrote. “Then the total value of the currency should be equal to the total value of all the wealth in the world.”
~Satoshi Nakamoto

Hal (Finney)’s defense of the program led Satoshi to send him an early, beta version for testing. In test runs in November and December they worked out some of the early kinks. Not long after that, in January 2009, Satoshi sent the complete code to the list. The final software made some interesting tweaks to the system described in the original paper. It determined that new coins would be assigned approximately every ten minutes, with the hash function lottery getting harder if computers were generating coins more frequently than that.

“Hi Everyone, I just put up a new Bitcoin exchange. Please let me know what you think.”
~Jed McCaleb

“God I love Bitcoin!” one user wrote. “We needed this,” another said. Roger (Ver) said he was looking to do even more: “I promise I’m doing whatever I can to help make Bitcoin succeed (Billboards, National radio ads, etc.).”

Barry (Silbert) had already been quietly exploring Bitcoin for months. His interest was not political. He saw Bitcoin’s potential to address inefficiencies in the existing ways of moving payments and other elements of the existing banking system. Given the fringe status of Bitcoin, Barry feared that going public with his interest in the technology could damage the reputation of his company, which was funded by several leading venture capitalists. But behind the scenes, Barry was seeking out anyone who could connect him with interesting virtual currency investments. He had also spent around $150,000 buying up Bitcoins over the course of 2012.”

Tidak seperti buku sebelumnya, saya berhasil menyelesaikan buku ini dalam waktu 2 (dua) malam saja.

Nathaniel Popper dengan Digital Gold-nya tidak hanya berhasil membuat saya memutuskan untuk belajar lebih dalam mengenai Bitcoin dan blockhain, tapi juga membuat diri saya berteriak dengan lantang (dalam hati):

“Saya ingin bisa terlibat secara aktif dalam industri ini!"

Tapi sebelum jauh kesana, pikiran saya kembali melayang ke pertengahan tahun 2013.

Kembali ke pertanyaan, apa itu “uang digital yang hanya ada di internet”.

Bit dan Coin.

Read on budisukmana.substack.com

Comments

Nothing yet. Say the first thing.

    Sign in to join the conversation.