RSS Amplifier

Ahmad Rosid · Nov 9, 2025

Mimpi yang menyakitkan

0
Sign in to vote or save

This page did not load. You can still read it on the original site — the toolbar below keeps your place in the directory.

Tau nggak mimpi itu indah tapi menyakitkan ketika tidak ada yang mendukung kamu meraih mimpimu.

Hi semua, biasanya saya menulis newsletter tentang tips bantu kamu bisa sukses, kerja remote, personal branding, menulis, social media.

Tapi hari ini saya mau curhat yah.

Saya sering banget mendapatkan curhatan “Mas Rosid, kehidupan mas sekarang ini adalah mimpi saya.”

Bahkan ada yang pernah bilang ke istri saya “Mbak, mas rosid itu adalah role model saya.”

Well, saya sangat berterimakasih banyak kepada teman - teman semua yang sudah menyampaikan kata - kata yang sangat hangat untuk saya.

Ternyata kamu orang yang tidak saya kenal sangat memahami value hidup yang saya bawa.

Saya doakan kamu akan dapat kehidupan yang lebih hebat dari saya.
Tetap semangat ya.

High Performer

Rekan kerja saya bilang kalau saya adalah tipikal high performer di tempat kerja.

Tapi jadi orang yang high performer buat saya sendiri adalah sebuah beban, I mean somehow saya ini nggak bisa kalau kerja lambat, tapi kalau kerja cepat terus saya juga stress.

I don’t know. Sebuah situasi hidup yang aneh buat saya.

Saya itu tipikal orang yang selalu wondering, selalu ingin cari tahu setiap hari.

Membaca bukanlah sebuah hobi, membaca itu rasanya seperti kebutuhan bagi saya. Sama seperti makan, lemes rasanya kalau tidak makan, ya kan? That’s how I feel, when I’m not reading enough 😢.

Secara natural entah ini karena trauma atau tidak saya tipe orang yang ingin selalu berkembang. I don’t know terjadi begitu saja. Rasanya tuh seperti sesuatu yang nggak bisa di kontrol gitu loh.

Capek euh jadi orang hight performer. 🤷‍♂️

Mimpi & dukungan

I’ll tell you a story.

Saya tuh memutuskan jadi programmer itu tidak di dukung sama sekli oleh orang tua.

Tahun 2014 saya memutuskan untuk ke jogja untuk merantau belajar jadi Software Engineer.

Di jogja saya pergi ke pondok programmer itu adalah program beasiswa gratis, ada 1 persyaratan yaitu surat ijin orang tua.

Andddd you know what? Nope, I didn’t get that permission from my dad.

Sama seperti dugaan kamu, saya memalsukan surat ijin itu.

Jadi begitulah karir saya dimulai, saya anaknya ngotot. Jadi kalau gagal, kalau sedih, kalau mau ngeluh ya nggak bisa. Kesiapa saya harus mengeluh? Kalau ngelok habislah saya di olok - olok.

Dan bahkan ketika memutuskan pergi ke jogja saya memutus hubungan dengan orang tua, saya tuh sakit hati loh saya tau hidup dari kecil miskin tapi saya tidak bisa terima kalau kita itu tidak bisa mengubah hidup.

Like, I don’t want to live a miserable life without event trying to fix it!

Alhamdulillah sekarang saya sukses. Jadi kebanggaan orang tua, bahkan beberapa keluarga, kerabat, tetangga menasihati anaknya untuk mengikuti jejak saya.

Well, mereka nggak tau aja kesuksesan saya itu di raih dengan bahan bakar yang buruk, bahan bakar sakit hati, berjuang sendirian.

Nggak sehat loh bahan bakarnya. Rasa sukses itu mungkin sangat berkesan, tapi rasa sakit itu tuh nggak pernah padam sedikit saja trigger datang untuk sembuhnya lagi itu butuh waktu berminggu - minggu.

F*ck what a life that I’m living?

Maaf yah saya mengeluh. But thanks udah baca saya ngerasa senang kamu berada disisiku mendukungku.

Means a lot 🙏.

Di tentang!

Saya punya dua anak, saya sangat ingat sekali waktu mereka belajar berjalan.

Semua orang ketika melihat anak - anak jatuh orang - orang akan memberi semangat lagi, “yuk berdiri dicoba lagi kamu pasti bisa!” begitu katanya.

Beda dengan ketika kita udah dewasa, orang - orang di sekitar kita tuh udah nggak suportif lagi. Bahkan menentang keputusan yang saya ambil.

Orang tuh kasih nasihat berdasarkan rasa takutnya masing - masing. Menurut mereka nasihat yang diberikan itu adalah yang baik buat saya, tapi sebenarnya adalah ketakutan mereka sendiri.

Menerima nasihat dari orang gagal kemungkinan besar akan membawa kamu dalam kehidupan yang bakal kamu sesali.

I know that, I’ve experience that.

Tapiiiiiiii……

Tetep sakit coyyy,,,, tetep aja rasanya itu kecewa. Perasaan nggak ada orang disisimu itu rasanya sepi, sakit lah. Pingin ku teriak aaannnjjj****nggg. Maap ya, saya nulis ini dengan rasa marah, sedih kecewa.

Ok for the contexts.

One of my dream go to US. Dan kabar baiknya mimpi itu sepertinya akan terlaksana sebentar lagi.

But you know what?

Orang terdekatku itu tidak setuju. Semoga dia tidak membaca tulisan ini ya, kalau dia baca bisa berantem kita.

It was my wife. 😢

Sorry sayang ga papa ya ngeluh dikit, karena aku nggak bisa ngomong ini ke kamu sayang, kalau aku ngomong kamu akan anggap aku egois, cuman mikirin diri sendiri, nggak peduli dengan anak istri.

Semoga dia nggak baca ya temen - temen, 🤫 jangan kasih tau istri saya ya hehe.

Haruskan aku mengubur mimpiku?

Kata panji “mimpi itu nggak pernah mati dia akan bangkit kembali dalam bentuk penyesalan.”

Saya percaya sih, banyak mimpiku yang kini sudah datang dalam bentuk penyesalan.

Tapi bingung loh, saya tuh nggak tau harus gimana. Mengejar mimpi mikirin diri sendiri atau membunuh mimpi demi keluarga.

Haruskah saya hidup di masa tua dengan rasa penuh penyesalan.

Kadang tuh saya ngerasa kenapa sih harus punya mimpi. Impian itu rasanya cuman bikin sakit hati, sakit rasa dan sakit badan.

F*ck, saya marah banget rasanya. Tapi nggak tau marah dengan siapa.

Sebenarnya yang saya butuhkan itu adalah dukungan, saya tuh ingin orang tua, anak istri kerabat itu mendukung.

Kalaupun gagal saya bisa terima tapi saya tuh pingin ada orang yang selalu disisi saya mendukung mimpi.

Rasanya hidup tuh nggak ada gunanya di perjuangkan kalau hanya untuk mikir besok makan apa, saya tuh ingin hidup jadi bagian yang lebih besar dari diri sendiri.

Ada mimpi yang menurut saya dibatasi dengan usia, like my dream usia sekarang ini adalah usia batas akhir untuk bisa meraih mimpi itu. Karena saya sudah matang secara skill dan pengalaman.

But I don’t know 😢.

Mungkin saja saya salah.

Tapi kalau saja ada yang bilang, kamu harus kejar mimpi itu sih.

Mungkin perasaanku jadi lebih baik.

AAAAAAAaAAAaaaaaaaaa.

F*ck F*ck F*ck F*ck F*ck F*ck

Maap sekali lagi maap, suasana hati lagi bad mood.

Gila ya, cuman butuh kata - kata aja harus sedih begini.

Sekarang gimana?

Setiap kali ada kegalauan besar yang saya rasakan biasanya akan di akhir sesuatu yang besar juga datang dalam hidup saya.

But yeah, sekarang saya cuman bisa menikmati rasa kecewa dan marah ini.

Semua harus dilewati sendiri.

Thanks sudah baca curhatan saya hari kali ini.

Semoga kamu tau, orang berhasil itu di penuhi perjalanan yang tidak pasti.

Jadi mimpi ini menyakitkan.

Sudah 1 bulan ini saya merasa tersiksa seperti ini.

Tidur tidak nyenyak, makan tak enak di bilang tidak bersukru f*ck.

Kepala berisik banget annj*ng.

Ok see ya untuk kabar selanjutnya, terimakasih banyak sudah membaca 🙏

Doakan yang terbaik untuk saya teman.

Read on ahmadrosid.substack.com

Comments

Nothing yet. Say the first thing.

    Sign in to join the conversation.