Halo semua selamat pagi.
Pada saat menulis newsletter ini saya sedang mendapat cobaan anak saya sedang demam dan dirawat di rumah sakit hari ini sudah hari ketiga. Mohon doanya supaya dia cepat sembuh 🙏.
Ok hari ini Opportunity Cost sebuah konsep dalam ilmu ekonomi yang banyak orang gunakan untuk mengambil keputusan dalam hidup sehari - hari.
"Opportunity cost" atau biaya peluang adalah konsep dalam ekonomi yang menggambarkan nilai dari pilihan terbaik yang dikorbankan ketika kita memilih suatu keputusan.
Dengan kata lain, setiap kali kita memilih sesuatu, kita melepaskan alternatif lain. Nilai dari alternatif yang dilepaskan itu disebut opportunity cost.
Contoh sederhana:
Jika kamu punya Rp100.000 dan memilih membeli tiket bioskop, maka opportunity cost-nya adalah barang atau aktivitas lain yang bisa kamu lakukan dengan Rp100.000 itu, misalnya makan di restoran.
Jika seorang petani memilih menanam padi di lahannya, maka opportunity cost-nya adalah potensi keuntungan yang hilang dari tidak menanam jagung.
Jadi intinya: opportunity cost = nilai dari pilihan yang tidak diambil.
Setiap keputusan yang kita ambil akan membawa kerugian dalam kehidupan kita.
Contoh ketika kamu menghabiskan weekend kamu dengan nongkrong dengan teman - temanmu maka kamu akan kehilangan kesempatan untuk belajar dirumah mengasah skill mu.
Atau kamu menghabiskan waktu 2 jam scroll sosial media, tiktok, instagram dan sosmed lain maka kamu kehilangan waktu 2 jam untuk membaca buku misalnya.
Semua pilihan hidup kita ini selalu ada kerugian yang kita dapatkan, untuk itu kita perlu paham kerugian apa yang akan kita ambil.
Setelah mempelajari konsep ini saya jadi sadar ada banyak sekali keputusan yang saya ambil zaman dulu waktu muda yang sekarang saya sadar sekali betapa pilihan itu membuat hidup saya jadi lebih sulit sekarang.
Sekarang coba kamu pikirkan apakah kamu memilih pilihan yang sebenarnya membuat hidup kamu jadi lebih mudah di masa depan atau pilihan yang membuat hidupmu jadi mudah.
Tulisan kali ini singkat saja, tapi konsep Opportunity Cost ini sangat menempel dikepala saya yang membuat saya menyesali banyak hal dimasa lalu saya.
Well, masa lalu sudah terjadi tidak bisa kita apa - apakan lagi. Tapi masa depan masih ada di depan mata mari kita bersama - sama berpikir lagi.
Sudahkah kita benar-benar menggunakan waktu dengan baik.
Semoga bermanfaat terimakasih sudah membaca.
No posts

Comments
Nothing yet. Say the first thing.
Sign in to join the conversation.