RSS Amplifier

Indirect Resource · Apr 25, 2021

Alicecoin: Bagian 1

0
Sign in to vote or save

This page did not load. You can still read it on the original site — the toolbar below keeps your place in the directory.

Sebuah Cerita Fiksi untuk Memahami Bagaimana Cara Bitcoin Bekerja

Pengantar

Pembaruan Terkini: 19 November 2022
Sumber: Unsplash

Dari tiga artikel sebelumnya, Satoshi menggabungkan tiga teknologi yang sudah ada sejak tahun 1970an, yaitu:

  1. Public-key cryptography, agar kita dapat mengirim dan menerima sebuah bitcoin tanpa harus menunjukkan atau memperkenalkan identitas kita di dunia nyata (anonymous). Keypair atau keychain atau pasangan dari public dan private key yang kita miliki adalah identitas kita di Bitcoin Network.

  2. Digital signature bersama-sama dengan isi pesan dari sebuah transaksi (transaction message) merupakan bukti kepemilikan (proof of ownership) atas sejumlah bitcoin untuk dikirimkan ke Bitcoin Network sehingga jenis transaksi yang anonymous tersebut dapat diverifikasi dan mulai dicatat ke dalam sebuah blok di Bitcoin Blockchain.

  3. Peer-to-peer network memungkinkan lahirnya kumpulan gatekeeper dan bookkeeper (pihak ketiga) jenis baru yang tidak spesifik seperti institusi keuangan atau korporasi berbasis internet, sehingga transaksi di Bitcoin Network menjadi permisionless.

Pada artikel ini kita akan mulai membahas bagian ketiga dan keempat:

(3)The network timestamps transactions by hashing them into an ongoing chain of hash-based proof-of-work, forming a record that cannot be changed without redoing the proof-of-work. (4)The longest chain not only serves as proof of the sequence of events witnessed, but proof that it came from the largest pool of CPU power. As long as a majority of CPU power is controlled by nodes that are not cooperating to attack the network, they'll generate the longest chain and outpace attackers.

Tapi sebelum itu mari kita berimajinasi dulu. Lagi-lagi Alice dan Bob.

“Bank” Charlie

Bayangkan ada satu kelas di sebuah sekolah menengah atas (SMA) di sebuah kota imajiner. Alice (A), Bob (B), dan Charlie (C) adalah tiga orang murid dari dari 40 (empat puluh) di salah satu kelas SMA tingkat 1 yang bernama kelas (X).

Alice dan Bob, selaku ketua dan wakil ketua dari kelas (X), berencana akan menunjuk Charlie sebagai bendahara dalam sebuah sistem uang kas dari kelas tersebut.

Skenarionya adalah sebagai berikut:

Charlie akan ditunjuk untuk berperan sebagai bendahara yang bertugas untuk mengumpulkan uang tunai minimal senilai Rp 5.000,- (lima ribu rupiah) dan maksimal senilai Rp 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) dari setiap murid (termasuk Charlie), di kelas (X), yang rencananya akan dilakukan di setiap hari Senin selama satu tahun ke depan.

Di mana tugas dan wewenang Charlie adalah:

  1. menjaga dan mengawasi proses pengumpulan (penyetoran), penyimpanan, pemindahbukuan (transfer), dan penarikan dari uang kas dan tersebut;

  2. menjalankan instruksi sebuah transaksi yang hanya dapat terjadi antar murid di dalam kelas (X) saja, misal: David (D) dapat meminta Charlie untuk memberikan uangnya sebesar Rp 5.000,- untuk ditukarkan dengan sebuah pensil yang dijual oleh Erin (E);

  3. mencatat arus uang keluar dan masuk seperti poin. 2 di atas di sebuah buku besar yang hanya boleh dicatat dan disimpan oleh Charlie saja (private ledger) dan apabila sangat diperlukan hanya Alice dan Bob yang dapat memeriksa keabsahan dari pembukuan tersebut ;

  4. memberikan laporan kepemilikan uang dari setiap 39 (tiga puluh sembilan) orang di kelas tersebut di hari senin minggu pertama setiap bulannya;

  5. dan apabila diperlukan Charlie dapat bertindak sebagai pemberi pinjaman kepada murid di kelas (X) saja, dengan imbalan (bunga) sebesar 5% dari total pinjaman selama satu tahun (p.a.).

Karena Charlie memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlangsungan uang kas dari kelas tersebut, Charlie berhak untuk mendapatkan imbalan berupa biaya admistrasi sebesar 0,1% dari total uang yang terkumpul.

Alice dan Bob dalam analogi ini berlaku sebagai “bank sentral” dan Charlie dalam analogi ini berlaku sebagai pihak ketiga yang spesifik, seperti sebuah “bank komersial” di kelas tersebut.

Di mana artinya, Charlie:

  1. Sebagai pengawas (gatekeeper), memiliki hak untuk memeriksa keaslian dari uang yang disetor, bertanya darimana asal uang tersebut, dan berhak menolak memberikan pinjaman karena satu dan lain hal, dlsbnya.

  2. Sebagai pencatat (bookkeper), Charlie berkewajiban untuk mencatat setiap transaksi yang terjadi ke dalam sebuah buku besar sekaligus menjaga kerahasiaan dari isinya.

Agar sistem ini dapat berjalan artinya setiap individu di kelas tersebut:

  1. harus dikenal oleh Charlie dan

  2. memiliki kepercayaan (trust) kepada Charlie untuk dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Tantangan “Bank” Charlie

Tapi Alice dan Bob juga berpikir mengenai worst case scenario yang mungkin terjadi dari sistem uang kas yang terpusat (centralized) dan membutuhkan kepercayaan (trust-based model) dari para penggunanya ini, karena:

  1. Tidak tertutup kemungkinan, dalam perjalanannya Charlie dapat melakukan kesalahan internal, seperti misalnya:

    a. Saat melakukan pengawasan, Charlie dapat saja memberikan hak istimewa kepada salah satu atau beberapa invidu tertentu saja.

    b. Dalam melakukan pencatatan, Charlie dapat saja melakukan kesalahan pencatatan sehingga total dari nilai uang yang disetor dan/atau dipinjamkan tidak sesuai dengan yang tercatat di buku.

  2. Kegagalan sistem ini pun dapat terjadi diakibatkan oleh faktor eksternal, seperti bisa saja:

    a. Charlie jatuh sakit dan tidak masuk sekolah dalam satu minggu atau lebih dan di saat itu Charlie tidak dapat dihubungi. Hal ini dapat membuat proses pengawasan dan pencatatan menjadi terhambat.

    b. Buku catatan dan/atau uang yang sudah terkumpul hilang/dicuri oleh salah satu murid di kelas (X) atau murid kelas lain atau kejadiannya terjadi di luar sekolah.

  3. Dan karena banyaknya uang yang terkumpul dan berasa memiliki kuasa, Charlie bisa saja tergoda untuk menjadi bad actor dengan menggunakan sebagian/semua uang yang terkumpul tersebut untuk kepentingan pribadi/kelompoknya.

Kemungkinan-kemungkinan yang dapat menyebabkan kegagalan dari rencana sistem di atas, membuat Alice dan Bob menjadi berpikir kembali sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk melanjutkan diskusi mengenai hal itu di keesokan harinya.

Sesampai di rumah, Alice masih berusaha untuk memecahkan sebuah permasalahan klasik khas penggunaan sebuah pihak ketiga yang spesifik dan terpusat (centralized) seperti analogi “Bank Charlie” di atas, yaitu single point of attack/failure.

Hingga sampai keeseokan harinya.

Alicecoin Whitepaper

Sesaat sebelum jam istirahat di mulai, Alice meminta waktu dari setiap orang di kelas (X) untuk tetap duduk di bangkunya masing-masing. Kemudian Alice mengeluarkan semacam proposal dari tasnya dan mulai membacakan judul dari isi proposal tersebut:

Alicecoin: Sistem Uang Tunai berbasis peer-to-peer di Kelas (X)

Sampai dengan 10 (sepuluh) menit ke depan Alice membacakan isi dari proposal tersebut.

Sesuai dugaan Alice sebelumnya, ternyata ide dari isi proposal yang diajukan Alice tersebut masih dianggap cukup radikal bagi sebagian orang yang merasa seakan-akan Alice ingin mendeklarasikan pembentukan mata uang “baru” dari kelas (X) - community-based currency - dengan sebuah sistem yang mereka baru dengar.

Hanya Bob yang akhirnya memutuskan untuk menghampiri Alice dan meminta Alice untuk menjelaskan kembali mengenai cara kerja dari Alicecoin.

Akhirnya Alice mulai bercerita kepada Bob, bahwa setelah diskusi di hari kemarin, sesaat sampai di rumah Alice terpikir sebuah sistem alternatif yang akhirnya dia tulis dalam beberapa halaman yang dia sebut sebagai Alicecoin Whitepaper.

Tujuan Alicecoin

Tujuan dari sistem Alicecoin adalah untuk menghilangkan (mengurangi) terjadinya potensi risiko single point of attack/failure seandainya mereka berdua jadi memilih Charlie sebagai satu-satunya orang yang mengawasi dan mencatat sistem uang kas di kelas (X).

Alicecoin ini seperti semacam transaksi tunai, di mana setiap orang di kelas (X) dapat melakukan transaksi secara langsung tanpa melalui Charlie/siapapun, tapi di saat yang bersamaan semua transaksi yang terjadi dicatat dan dapat dilacak disebuah buku besar yang dapat dilakukan dan dilihat oleh siapapun di kelas (X)—sebagai public ledger.


Tentunya penjelasan singkat tersebut membuat Bob menjadi penasaran dan meninggalkan banyak pertanyaan di kepalanya, tapi mengingat waktu istirahat hampir berakhir, Bob bertanya kepada Alice…

“Dapatkah kita lanjutkan penjelasan mengenai Alicoin ini selepas jam sekolah di waktu dan tempat yang sama seperti hari kemarin?

“Sure thing, Bob.” jawab Alice.

Read on budisukmana.substack.com

Comments

Nothing yet. Say the first thing.

    Sign in to join the conversation.