Morkthull tidak lahir dari rencana besar. Band asal Solo ini terbentuk dari kebetulan yang berulang, ketemu di tempat kopi, obrolan gelap, dan jeda dari band masing-masing, sampai akhirnya menjadi sesuatu yang tidak bisa lagi dibungkam. Dan “Sunya // Laya”, double maxi single yang rilis Agustus 2026 ini, adalah karya pertama mereka bersama vokalis baru sekaligus pembukaan babak baru dalam eksplorasi musikal Morkthull. Ini bukan sekadar dua lagu, ini satu narasi yang dibelah dua, dua wajah dari pengalaman manusia yang sama: kehancuran dan pilihan.
“Sunya” membawa pendengar masuk ke dalam keheningan yang lahir dari kehilangan. Tentang seseorang yang perlahan kehilangan arah, mengalami kehancuran batin, kelelahan eksistensial, sampai di titik ketika menyerah terasa seperti satu-satunya pilihan yang masuk akal. Lalu “Laya” datang sebagai kelanjutannya, bukan sebagai jawaban yang mudah, melainkan sebagai momen di mana seseorang harus memutuskan: tenggelam atau bertahan. Morkthull tidak menyodorkan resolusi, mereka menyerahkan pilihan itu sepenuhnya kepada pendengar. Di atas itu semua, karakter musik mereka tetap seperti yang dikenal dari demo 2025: kasar, padat, tanpa kompromi, dengan pengaruh Nails, End, dan Code Orange yang terasa tapi dimutilasi jadi sesuatu yang lebih liar dan personal.
Lirik dan aransemen dikerjakan oleh xCholikx, dengan mixing dan mastering oleh Bimo Sufi. “Sunya // Laya” sudah bisa didengar di Bandcamp melalui label Menikamdiri, dan akan segera hadir di seluruh platform streaming. Morkthull bukan sekadar band. Mereka adalah residu gelap dari kebisingan yang kita sebut dunia.
Thanks for reading BANGGHUL Media | Ghulam Tufail! Subscribe for free to receive new posts and support my work.

Comments
Nothing yet. Say the first thing.
Sign in to join the conversation.