Nasionalisme Kurdi
Laman rencana ini mungkin memenuhi kriteria untuk penghapusan segera Wikipedia sebagai rencana bahasa asing yang wujud dalam projek Wikimedia yang lain di id:Nasionalisme Kurdi. Lihat KPS R2.
Jika laman rencana ini tidak memenuhi kriteria penghapusan segera, atau sekiranya anda berniat membaikinya, sila buang notis ini, tetapi jangan buang notis ini daripada laman yang anda sendiri ciptakan. Jika anda yang cipta laman ini dan anda tidak bersetuju dengan sebab penghapusan yang diberi, anda boleh klik butang berikut dan tinggalkan pesanan dengan menjelaskan mengapa anda percaya laman ini tidak patut dihapuskan. Anda boleh semak balik laman ini kemudian sekiranya anda sudah dibalas balik dengan pesanan. Laman rencana ini boleh dihapuskan bila-bila masa jika ia tidak dapat dinafikan telah memenuhi kriteria penghapusan segera, atau penjelasan yang ditambah bawah notis berkenaan didapati tidak mencukupi.
Nota untuk penulis laman: anda belum menyunting laman perbincangan rencana ini lagi. Jika anda ingin melawan penghapusan segera ini, tekan butang di atas supaya anda boleh tinggalkan pesanan pada laman perbincangan, dan menjelaskan sebab mengapa anda berpendapat rencana ini tidak patut dihapuskna. Jika anda telah menulis di laman perbincangan laman ini dan pesanan ini masih timbul, anda boleh cuba bersihkan cache laman ini. Laman ini kali terakhir disunting oleh Tofeiku (sumbangan| log) pada 13:44, 14 Ogos 2026 (UTC) (12 hari yang lalu) |
Nasionalisme Kurdi adalah gerakan politik yang menyatakan bahwa orang Kurdi berhak memiliki negara yang berdaulat di tanah air mereka, Kurdistan Raya. Saat ini, wilayah-wilayah tersebut merupakan bagian dari Irak utara (Basur), Iran barat laut (Rojhilat), Turki tenggara (Bakur), dan Suriah utara dan timur laut (Rojava).

Nasionalisme Kurdi dapat ditilik kembali ke masa Kesultanan Utsmaniyah. Dengan dibubarkannya Utsmaniyah, wilayah-wilayah yang mayoritas dihuni oleh orang-orang Kurdi menjadi bagian dari Irak, Iran, Suriah, dan Turki, sehingga menjadikan orang Kurdi minoritas di masing-masing negara tersebut. Gerakan nasionalis Kurdi telah lama ditekan oleh Turki, Iran, Irak, dan Suriah, yang tidak ingin kehilangan wilayah mereka.
Nasionalisme Kurdi di Iraq
[sunting | sunting sumber]Semenjak tahun 1970-an, orang-orang Kurdi di Irak mencoba memperoleh otonomi yang lebih besar atau bahkan kemerdekaan dari rezim Partai Baath, tetapi rezim tersebut menanggapinya dengan penindasan yang brutal. Setelah Perang Teluk pada tahun 1991, orang-orang Kurdi dilindungi dari diktator Saddam Hussein oleh NATO. Pada tahun 2003, invasi Amerika Serikat ke Irak menumbangkan diktator Saddam Hussein, dan Kurdistan Irak menjadi wilayah otonom.
Rujukan
[sunting | sunting sumber]- Arin, Kubilay Yado, Turkey and the Kurds – From War to Reconciliation? UC Berkeley Center for Right Wing Studies Working Paper Series, March 26, 2015.https://www.academia.edu/11674094/Turkey_and_the_Kurds_From_War_to_Reconciliation
- Behrendt, Günter Max (1993). Nationalismus in Kurdistan Diarkibkan 2017-07-07 di Wayback Machine. Hamburg, ISBN 3-89173-029-2.
- Gürbey, Gülistan (1996). "The development of the Kurdish Nationalism Movement in Turkey". Dalam Robert W. Olson (penyunting). The Kurdish Nationalist Movement in the 1990s: Its Impact on Turkey and the Middle East. University Press of Kentucky. m/s. 9–37. ISBN 0-8131-0896-9.CS1 maint: ref=harv (link)
- McDowall, David (1992). "The Kurds: A Nation Denied". London: Minority Rights Publications. Cite journal requires
|journal=(bantuan)CS1 maint: ref=harv (link) - Natali, Denise (2005). The Kurds and the State: Evolving National Identity in Iraq, Turkey, And Iran. NY: Syracuse University Press. ISBN 978-0-8156-3084-5.CS1 maint: ref=harv (link)