Seorang kepala daerah membeli komputer untuk kantor dengan harga berbeda dari pemerintah pusat. Spesifikasinya hampir sama, mereknya serupa, tetapi harganya bisa terpaut jauh. Lebih mahal. Bayangkan jika pola ini terjadi di ribuan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga desa. Selisih kecil yang berulang bisa menjadi kebocoran sampai ratusan triliun! Isu ini menjadi salah satu masalah, dari…
Rakyat diminta berhemat. Negara bicara efisiensi. Anggaran disisir, belanja dipilih ulang, program diperiksa, defisit dijaga. Semua terdengar masuk akal. Tetapi ada satu pertanyaan yang selalu mengganggu: apakah elite juga ikut mengencangkan ikat pinggang, atau hanya rakyat yang disuruh mengecilkan napas? Di situlah ironi fiskal bekerja. Efisiensi sering terdengar gagah ketika dibacakan dalam…
Ada satu bagian dari pidato Presiden Prabowo tentang RAPBN 2027 yang kelihatannya sederhana tapi penting. Apa itu? Cara negara membeli barang! Soal pengadaan. Menurut Presiden, selama ini terlalu banyak kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah membeli barang yang sama secara sendiri-sendiri. Spesifikasinya sama, tetapi harganya bisa berbeda. Karena pembelian dipecah-pecah, daya tawar pemerintah…
Hari ini republik berdiri tegak. Bendera naik, lagu kebangsaan berkumandang, pasukan berbaris, pejabat berpidato, rakyat memberi hormat. Semua tampak khidmat. Tetapi setelah upacara selesai, pertanyaan yang paling jujur tetap menunggu: apakah rakyat benar-benar merasa merdeka? Di situlah ironi Agustus bekerja. Negara bisa sangat rapi merayakan kemerdekaan, tetapi sering kurang rapi mengurus…
Setelah 81 tahun negara ini merdeka, apakah rakyat Indonesia sudah benar-benar menjadi warga negara? Pertanyaan ini terdengar aneh. Bukankah kita semua punya KTP? Punya hak pilih dan dipilih dalam pemilu? Punya hak dan kewajiban yang dijamin konstitusi? Secara administratif, iya. Tetapi menjadi warga negara bukan sekadar tercatat dalam database. Warga negara adalah posisi politik. Ada rasa…
Untuk meraih kursi gubernur, bupati atau wali kota melalui Pilkada dibutuhkan biaya sangat besar. Untuk kursi gubernur bisa mencapai ratusan miliar rupiah. Untuk jadi bupati atau wali kota, seorang kandidat mesti mengeluarkan dana puluhan miliar rupiah. Mahalnya biaya Pilkada akhirnya memicu oknum kepala daerah melakukan korupsi. Banyak calon kepala daerah utang sana sini. Pinjam sana pinjam sini…
Hari ini negara akan mendengar pidato kenegaraan. Gedung parlemen disiapkan. Para pejabat hadir. Kamera menyala. Naskah dibacakan dengan rapi. Republik, seperti biasa menjelang 17 Agustus, akan terdengar besar, percaya diri, dan penuh janji. Di situlah ironi kemerdekaan bekerja. Pidato bisa membuat negara terdengar kuat. Tetapi dapur rakyat lebih jujur daripada naskah kenegaraan. Di mimbar,…
Sekitar Agustus, langit kita seperti punya jadwal tetap: berkabut. ada istilah yang jarang kita dengar, jerebu. ada pula yang menyingkatnya menjadi asbut, asap kabut. apa pun namanya, yang dihirup tetap sama: asap. asap yang "terjadwal". Tahun ini, sampai Juni, hutan dan lahan yang terbakar sudah menembus 107 ribu hektar. Setara 150 ribu lapangan sepak bola. angka ini melonjak drastis dibanding…
Ratusan dapur program makan bergizi ditutup. Bukan karena negara tiba-tiba kehilangan niat baik. Tetapi karena niat baik ternyata tidak cukup untuk membuat makanan aman sampai ke mulut anak-anak. Di situlah ironi program sosial bekerja. Di panggung politik, makan bergizi terdengar seperti janji yang hangat. Di lapangan, ia berubah menjadi urusan suhu makanan, kebersihan dapur, rantai pasok, jam…
Angin reshuffle berembus lagi. Beberapa parpol sudah bersuara, tapi istana membantah dengan mengatakan "belum ada". Bukan tidak, tapi belum. Kalaupun ada reshuffle, satu kriteria mestinya berdiri paling depan: rekam jejak integritas. Bukan (sekadar) loyalitas. Bukan jatah koalisi. Tapi integritas. Alasannya sederhana. Kabinet hari ini bekerja di tengah tekanan fiskal yang ketat. Tantangan…