MALANG, NUSADAILY – Semangat sepak bola putri usia dini di Kota Malang terus menunjukkan geliat positif. Ajang MilkLife Soccer Challenge Seri 2 sukses melahirkan juara-juara baru sekaligus membuka harapan lahirnya bibit atlet masa depan untuk Timnas Putri Indonesia.
Pada partai final yang digelar Minggu (24/5/2026), SDN Tulungrejo 02 tampil perkasa di kelompok umur 10 tahun usai menundukkan SDN Tunjungsekar 3 dengan skor 3-1. Sementara di kelompok umur 12 tahun, SDN Lowokwaru 3 berhasil keluar sebagai kampiun setelah mengalahkan SDN 3 Pandanlandung dengan skor telak 3-0.
Pelatih Timnas Putri Indonesia, Timo Scheunemann, mengaku terkesan dengan perkembangan kualitas pemain putri di Malang. Ia bahkan menyebut Kota Apel memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat lahirnya talenta sepak bola wanita nasional.
“Perkembangannya cepat sekali. Setelah seri kedua ini saya rasa All-Star Malang bisa lebih optimistis daripada sebelumnya. Tradisi sepak bola di Malang luar biasa. Anak-anak putri di sini tumbuh di lingkungan yang memang cinta sepak bola, sehingga mereka ikut terdorong bermain bola,” ujarnya.
Menurut Timo, atmosfer sepak bola di Malang tidak kalah dengan kota-kota besar lain seperti Bandung. Bahkan, antusiasme masyarakat terhadap sepak bola dinilai tidak lagi memandang perbedaan gender.
Ia juga mengungkapkan, sejumlah pemain terbaik dari Malang akan mendapat program extra training guna memoles kemampuan mereka sebelum tampil di level nasional.
Sebanyak 16 pemain pilihan bakal diberangkatkan ke ajang nasional pada 22 Juni 2026 di Stadion Super Soccer Arena, Kudus.
Di sana, mereka akan menghadapi tim-tim terbaik dari berbagai kota seperti Surabaya, Semarang, Solo, Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Bekasi, Samarinda hingga Balikpapan.
Timo menilai perkembangan kompetisi sepak bola putri usia dini saat ini semakin menjanjikan. Beragam turnamen mulai dari kelompok usia hingga level kampus membuat orang tua kini memiliki wadah yang jelas untuk menyalurkan bakat anak-anak perempuan mereka di dunia sepak bola.
“Saya sangat menghargai MilkLife dan Djarum Foundation yang luar biasa menghadirkan sekolah-sekolah dan kompetisi sebesar ini. Sebagai orang Malang saya bangga, jumlah peserta meningkat dari sekitar 1.500 menjadi hampir 2.000 anak,” jelasnya.
Sementara itu, Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menegaskan pihaknya akan terus konsisten menggelar turnamen secara berkelanjutan di Malang.
Menurutnya, konsistensi penyelenggaraan menjadi kunci meningkatnya partisipasi sekaligus kualitas permainan para peserta. Ia menyebut kota-kota dengan sejarah sepak bola kuat memang selalu menunjukkan animo tinggi terhadap kompetisi usia dini.
“Malang, Surabaya, Bandung hingga Jakarta adalah kota-kota yang punya akar sepak bola kuat. Itu terlihat dari jumlah peserta yang besar dan kualitas permainan yang juga bagus,” pungkasnya.(zal/nto).

Comments
Nothing yet. Say the first thing.
Sign in to join the conversation.