Apakah iman berdiri di atas warisan, atau di atas hujjah?
Di tengah perkembangan sains modern serta merebaknya saintisme dan naturalisme, buku ini menelusuri dasar-dasar keimanan secara rasional dan runut melalui tiga puluh ayat Al-Qur’an: dari sumber pengetahuan, bukti keberadaan Tuhan, hubungan Tuhan dan alam semesta, keesaan dan transendensi-Nya, hingga kenabian, hari kebangkitan, dan konsekuensi iman.
Berangkat dari serial Tilka Hujjatuna, Ahmad Ataka menyajikan pembacaan yang dekat dengan tradisi tafsir dan teologi Islam, terutama tafsir al-Baydhawi, Anwar at-Tanzil wa Asrar at-Ta’wil, sambil tetap relevan dengan konteks pembaca masa kini.
Tilka Hujjatuna mengajak pembaca memandang iman bukan sebagai lompatan tanpa dasar, tetapi sebagai keyakinan yang lahir dari perenungan, argumentasi, dan keterbukaan terhadap kebenaran.
Daftar Isi Buku:
Bagian 1: Jalan Menuju Pengetahuan
Al-Baqarah 21-22: Berfikir, dari Alam Menuju Tuhan
Al Baqarah 170: Agama bukan Warisan, tapi Pilihan Rasional
Al-A’raf 179: Akal dan Indra sebagai Sumber Pengetahuan
Ghafir 83: Ilmu bukan Hanya Sains
Al-Mu’minun 117: Apakah Keberadaan Tuhan Butuh Bukti?
Bagian 2: Bukti Keberadaan Tuhan
6. Al Baqarah 164: Ini Bukti Keberadaan Tuhan
7. Ali imran 190-191: Mentafakkuri Alam, Menemukan Tuhan
8. Al An’am 75-79: Argumentasi Nabi Ibrahim soal Keberadaan Tuhan
9. Ath-Thur 35-36: Alam Semesta Muncul Tanpa Sebab?
Bagian 3: Tuhan dan Alam Semesta
10. Fathir ayat 41: Tuhan Hanya Mencipta di Awal Saja?
11. Al-Mulk ayat 19: Desain Alam Membuktikan Kemahatahuan Tuhan
12. Al-Mulk ayat 3-4: Sains Bisa Dipercaya
13. Yasin ayat 37-40: Memilih Tuhan atau Sains?
Bagian 4: Keesaan dan Transendensi Tuhan
14. Al-Anbiya’ ayat 22-23: Mustahilnya Banyak Tuhan dan Problem Kejahatan
15. Yusuf ayat 39-40: Banyak Konsep Tuhan, Mana Yang Benar?
16. Al-Ma’idah ayat 75-76: Mu’jizat Bukti Ketuhanan?
17. Asy-Syura ayat 11: Mengapa Tuhan Harus Berbeda dengan Ciptaan
18. Al-Baqarah ayat 55: Kalau Tuhan Ada, Mengapa Tak Terlihat?
19. An-Najm ayat 19-23: Keimanan Berlandaskan Premis yang Meyakinkan
Bagian 5: Kenabian dan Otoritas Wahyu
20. Al-Baqarah ayat 23-24: Mu’jizat adalah Bukti Kenabian
21. Saba’ ayat 46: Rasul Membawa Mu’jizat dan Argumentasi Rasional
22. Fushshilat ayat 53: Prediksi Masa Depan dan Mu’jizat Saintifik?
23. Al-Fil ayat 1: Tak Bertemu Nabi, Mengapa Percaya Mu’jizatnya?
24. An-Nahl ayat 125: Mengajak Menuju Kebenaran Lewat Argumen
25. Al-Baqarah ayat 258: Argumen Nabi Ibrahim vs Fallacy Namrud
Bagian 6: Hari Akhir dan Tujuan Kehidupan
26. Al-Waqi’ah ayat 57-74: Keteraturan Alam Bukti Hari Kebangkitan
27. Yasin ayat 77-83: Yang Menghidupkan Kembali adalah Pencipta Pertama Kali
28. Al-Qiyamah ayat 36-40: Hidup Hanya Kebetulan Tanpa Tujuan?
Bagian 7: Konsekuensi Iman
29. Ibrahim ayat 24-27: Apa Konsekuensi Iman?
30. Al-Ikhlas ayat 1-4: Kemurnian Iman
Bagian akhir
Penutup: Bawa Argumenmu!
Daftar Pustaka
Indeks
Tentang Penulis
E-Book “Tilka Hujjatuna: Ayat-Ayat Logika Keimanan” bisa dibeli di https://lynk.id/logikakeimanan.
Ingin membaca lebih detail tentang bukti rasional di balik pokok-pokok keimanan Islam? Silahkan baca buku “Logika Keimanan” edisi terbaru.
Jika ingin mentraktir kopi penulisnya, silahkan klik di sini.
Jika tulisan ini bermanfaat, silahkan bagikan ke rekan-rekan anda:
No posts

Comments
Nothing yet. Say the first thing.
Sign in to join the conversation.