Diambil dari buku The Way of Kings karya Brandon Sanderson, chapter 33:
S: “There are worse things to be than a disease. When you have one, it reminds you that you’re alive. Makes you fight for what you have. When the disease has run its course, normal healthy life seems wonderful by comparison.”
K: “And would you not rather be a sense of euphoria? Bringing pleasant feelings and joy to those you infect?”
S: “Euphoria passes. It is usually brief, so we spend more time longing for it than enjoying it.”
Ada dua hal menarik.
Pertama, cara pandang optimis tentang penyakit. Tiap kali aku berdoa, tentu aku memohon kesehatan. Siapa sih orang yang ingin dirinya sakit?
Tapi, penyakit memang bisa menyadarkan kita bahwa kesehatan itu adalah berkat yang sangat berharga.
Setiap saat kita menjalani hidup dengan badan yang sehat, kita lupa bahwa ini adalah kenikmatan. Hal yang begitu dinanti dan diharap ketika tubuh tidak berdaya.
Sakit juga bisa membantu kita menentukan prioritas, menyadari apa yang sebenarnya berharga dalam hidup kita ini.
Hal kedua, euforia. Rasa senang. Rasa bahagia. Sama seperti perasaan lain, ia akan berlalu.
Kita menghabiskan waktu lebih banyak untuk mengejar kebahagiaan ketimbang merasakannya. Morgan Housel pernah mengatakan, bahwa daripada mengejar perasaan bahagia, kejarlah kepuasan. Kejarlah “cukup”.
Dari situ akan muncul syukur.
Karena sudah banyak yang mencoba mengejar bahagia, dan mereka terus berlari seperti hamster di roda putar.

Comments
Nothing yet. Say the first thing.
Sign in to join the conversation.