Edisi ke-9 The Pop Connection pada 3 November 2025 kemarin di Flavor Bliss, Alam Sutera menghadirkan tiga penampil dengan karakter musik yang berbeda, tapi menurut saya menarik untuk disimak: Syauu, Sertamerta, dan Grey Moon Pickles.
Setiap penampil membawa warna musiknya sendiri, menunjukkan beragamnya musik pop independen di sekitar kita.
Sertamerta membawa energi berbeda. Terpengaruh musik era 90-an, mereka memadukan funk, rock, dan permainan diksi dalam lirik yang terasa segar. Ada sesuatu yang otentik dari cara mereka menulis dan menampilkan lagu — hasilnya musik yang punya groove sekaligus punya kedalaman yang belum banyak dieksplorasi.
Syauu tampil dengan format sederhana — hanya suara dan gitar, tapi cukup untuk mengisi ruangan dengan nuansa hangat. Suaranya yang penuh dan merdu terasa tulus, seperti bercerita langsung kepada penonton. Musiknya pop-folk yang jujur dan apa adanya, mudah diterima tapi tetap menyentuh.
Tampil berdua, Grey Moon Pickles menghadirkan pop yang terinspirasi era 50–60-an, tapi dengan sentuhan modern lewat distorsi yang lembut dan hangat. Musik mereka seperti nostalgia yang dibalut semangat masa kini — ringan, catchy, dan penuh karakter.
Bagi kami, ketiga penampil ini adalah nama-nama yang layak untuk dieksplorasi lebih dalam. Semoga ke depan kami bisa berinvestasi pada produksi audio-video yang lebih mumpuni agar semakin banyak orang percaya pada musik-musik yang tampil di gigs kecil ini.
Sertamerta
Syauu
Grey Moon Pickles
The Pop Connection sendiri rutin digelar setiap Senin sore di Broadway, The Flavor Bliss — ruang kecil yang terbuka untuk musisi independen dan siapa pun yang ingin berbagi musiknya. Sesi open-mic seringkali menampilkan bakat-bakat tak terduga, sementara penampil utama akan selalu diusahakan telah melalui proses kurasi.
Untuk bergabung di The Pop Connection, DM aja via instagram ke @thepopconnection

Comments
Nothing yet. Say the first thing.
Sign in to join the conversation.