Settleblaze balik lagi, dan kali ini mereka nggak buru-buru. “In Dreams” adalah single kedua yang diposisikan sebagai lembar pertama dari EP debut mereka, Somewhere Between Leaving — semacam undangan pelan-pelan buat masuk ke dunia yang lebih besar sebelum EP itu sendiri kelar digarap. Band emo/alternative asal Malang ini ngangkat tema yang kayaknya bakal relate ke banyak orang: gimana rasanya kalau seseorang udah nggak lagi ada secara fisik, tapi belum benar-benar pergi juga dari kepala.
Yang menarik dari narasi “In Dreams” adalah caranya Settleblaze nolak bikin lagu ini jadi drama besar soal kehilangan. Mereka lebih milih ngomongin sisa-sisanya — momen ketika seseorang udah mencoba lanjut hidup, tapi masih bawa sesuatu yang belum kelar. Kehilangan di sini bukan soal momen perpisahan yang dramatis, tapi soal hal-hal kecil yang nongol lagi pas lu lagi diam, atau pas lu ketiduran dan berakhir ketemu orang itu lagi di mimpi. Relate? Jelas.
Secara teknis, “In Dreams” digarap dengan pembagian kerja yang cukup rapi: rekaman ditangani Evan Parisya Adriel dan Laga Underflagpole (khusus drum) di Virtuoso Studio, lalu dipoles lewat proses mixing-mastering Yudhistiro Lilo Pambudi di W8 Studio Malang. Lirik jadi hasil kolaborasi Evan Parisya Adriel dan Tegas Qaidla Bumi, komposisinya digarap Bintang Aprilia Ayu Lestari, sementara artwork-nya — yang nampilin siluet seseorang sendirian menghadap laut senja — dikerjain Tegas Qaidla Bumi sendiri. “In Dreams” jadi pintu masuk yang jujur, sebelum cerita utuhnya baru kebuka penuh pas Somewhere Between Leaving akhirnya rilis.
Thanks for reading BANGGHUL Media | Ghulam Tufail! Subscribe for free to receive new posts and support my work.

Comments
Nothing yet. Say the first thing.
Sign in to join the conversation.