RSS Amplifier

Podcast

Bang Ghulam Music Review

I review your music, lyrics, and visual artwork for album/single reviews in the Heavy Metal, Rock, and Punk genres.

bangghulam.comSource feed ↗10 episodes

Live Last read · last published · next check

Written by

Latest episodes

Saves to your Listen queue, to pick up on another day or another device.

Sebuah Album Death Metal yang Abstrak (Vortex of Hatred - Galat | Album Review)

Vortex of Hatredsendiri merupakan band death metal asal Yogyakarta. Awalnya mereka bernamaVortex, sebelum akhirnya berevolusi menjadi Vortex of Hatred setelah formasiempat personel terbentuk: Ajx (vokal), Tan Defri (gitar), Evanny Noei (bass),dan Algi Dilanuar (drum). Meski saat ini mereka tidak lagi memiliki bassisttetap, album Galat tetap digarap bersama Evanny Noei sebelum ia memutuskankeluar…

Play

Kebebasan Baru: Merdeka Dari Jerat Tipu Daya Manusia (Altaraven – Nova Libertas | Album Review)

Apa jadinya ketika DeadSquad versi Horror Vision dengan vokalis Daniel Mardhany tapi lebih brutal dan megah? Ya, ini dia Altaraven.

Play

Musiknya Metalcore, Attitudenya Hardcore (Drop Inside - Eutopia | Album Review)

Stream here:https://music.youtube.com/playlist?list=OLAK5uy_mZAl0AXapTEdEAiwPi9aA2OgDJViCpZts&si=cBmjVHiNUMY82cR5

Play

Brrr! Album Ini Dingin Banget, Cocok Buat Lu Yang Galau Mampus (Coldhaven – Evenfall | Album Review)

Datang dari Yogyakarta di bawah naungan Polarity Records, Coldhaven mengeluarkan album perdananya yang berjudul ‘Evenfall’ dengan nuansa biru dingin di covernya. Sejak berdiri pada Januari 2022, mereka sudah mengeluarkan empat single sebelumnya yang juga dimasukkan ke dalam album ini. Single-single itu adalah, ‘Sea Of Memories’, ‘No Shore’, ‘Left To Burn’, dan terakhir ‘Porcelain Mask’.…

Play

Siksa Neraka Adalah Bentuk Kasih Tuhan (I Prevail – Violent Nature | Album Review)

Album ‘Violent Nature’ jadi penanda babak baru I Prevail setelah ditinggalkan oleh clean vocalist Brian Burkheiser di 15 Mei 2025 lalu. Violent Nature akhirnya rilis di 15 Agustus 2025 setelah sebelumnya mereka merilis beberapa single. Single ‘Violent Nature’, yang juga jadi nama album ini, menjadi pembuka untuk mengenalkan era baru I Prevail tanpa Brian, disusul oleh tiga single lainnya: Into…

Play

This Album is Literally Absolute Chaos (STUBBORN – Absolute Chaos | Album Review)

Stream here:https://open.spotify.com/album/5pA8xk272o1CW2QfAqyZG4?si=6e9omOGsRMGddywLbrrNiQ#musicreview #reactionvideo *If there are any mistakes in the video, please correct them in the comment section. Let's have a discussion.➖ ➖ ➖Submit your review request here:https://bit.ly/BANGGHUL-requestMeet another reviewer around the globe:https://app.musosoup.com/submit/bangghulamFind me on…

Play

Band Rock Nakal Tanggung, Flowthentic Nyindir Masyarakat Urban Modern (Flowthentic – Konsumsi Publik | Album Review)

Flowthentic, band raw rock asal Rawamangun,Jakarta merilis album keduanya berjudul “Konsumsi Publik” di 9 Mei 2025. Berisikan 14 trek dengan durasi selama 51 menit. Butuh keberanian untuk menyajikan trek sebanyak itu dalam sebuah album. Apakah lagu-lagu di dalamnyajuga seberani itu? Oke gue bahas.

Play

Ini Sound Yang Gue Cari: Shoegaze, Indie Rock, Dream Pop (Danesa - Farewell Now | Album Review)

Setelah memperkenalkan “Farewell Now” lewat maxi single tahun lalu, Danesa memperluas narasi nostalgia dan penerimaan ini menjadi EP utuh. Tambahan lagu “All Along” dan “To Watch the Words Fall Down, To Recite the Lines I Keep” makin memperkaya benang merah tentang hubungan, waktu, dan kehilangan. EP ini lahir dari proses kreatif intens antara Juni–September 2024, dibumbui sentuhan gitar David…

Play

Band yang Tahu & Paham Dengan Karyanya Sendiri (Static Years - That Depends On You | Album Review)

Static Years lempar debut EP That Depends On You, karya yang penuh denyut naik-turun, kayak lo lagi di bianglala pas malem minggu sendirian. EP ini ngebahas fase hidup dan hubungan—baik sesama manusia atau sama yang di atas sana—dengan sound yang nyambung ke akar referensi macam Citizen, Basement, sampai Title Fight. Dari “Overgrey” sampai “Blur”, tiap tracknya adalah alter ego yang jujur dari…

Play

EP penuh luka disampaikan secara sederhana (Pie Lace - Berapa Kali Merasa Kehilangan | Album Review)

Referensi musik mereka cukup kaya di dalam EP yang berisikan 6 trek ini. Meskipun dibalut dalam satu sound yang sama, tapi referensi genre bisa beragam. Sependengaran gue, di sini bisa ditemukan gaya pop punk, indie pop/rock jepang, emo, dan lain-lain. Meskipun kaya akan referensi, tapi masih ada kekurangan sedikit di bagian produksi. Masih bisa dimaksimalkan lagi dari komposisi dan mixingannya.…

Play