Raihan Khairunnisa
Publishes 1 feed
Rangkai Memori
Upaya memaknai fragmen hidup melalui lensa filosofi, sains, dan sisa-sisa ingatan yang dirangkai ulang. Karena setiap residu pikiran punya waktu paruh yang lebih lama dari yang kita duga.
10 posts · theirs
Lately
Kenapa Ibu Lebih Sering Bercerita pada Anak Perempuannya
Tentang Komunitas, Kesepian, dan Rasa Terhubung yang Memudar
Ilusi Cinta dan Horor Kepengecutan: Mempertanyakan Simpati Publik untuk Bear di "Obsession"
Kekecewaan adalah Bukti Kita Pernah Berani Berharap
Catatan Praktis Soal Substack: Publikasi, Pencarian, dan Jangkauan yang Tidak Selalu Bisa Ditebak
Di Mana Horor Pergi Ketika Hantu Tidak Lagi Menakutkan: Kosmik Horor dan Arah Sinema Klenik Kita
Dari Melodi Viktor Tsoi hingga Dinginnya Murakami: Catatan Pertemuan dengan Sahabat Pena Rusia
Tubuh-Tubuh yang Menolak Lupa, Mulut-Mulut yang Dipaksa Bungkam
Di Balik Riuhnya Mas Bahlil Ganteng: Ketika Tragedi Kolektif Kita Dijadikan Lelucon AI
Bertambah Umur, Bapak
Everything on this page was read from markup Raihan Khairunnisa published — a rel="me" link, an h-card, or the feed’s own author element. Nothing was inferred from anywhere else. To correct or remove it, get in touch. Machine-readable: JSON
