Apa Kata Tempo adalah podcast mingguan yang mengulas opini redaksi Tempo, mengulik landasan di baliknya, dan menyuguhkan cerita di balik berita. - - - - - Bagian dari Tempo Media Group Kritik dan saran: podcast@tempo.co.id Powered by Firstory Hosting
Pengusutan dugaan korupsi mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus hanya secuil contoh praktik benturan kepentingan. Ini terlihat ketika Prabowo memerintahkan penyerahan perkara dari polisi kepada jaksa. Perilaku konflik kepentingan dalam mengelola negara, Prabowo tidak ada bedanya dengan Jokowi. Sulit berharap perkara Febrie bisa terbongkar sampai ke akar-akarnya. - - - Kunjungi s.id/bacatempo…
Pengusutan dugaan suap dan pemerasan yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah, makin semrawut. Ada manuver sejumlah elite di lingkaran dekat Prabowo yang berebut pengaruh. Patut dikecam jika Presiden tak mengambil sikap yang berpihak kepada penegakan hukum. - - - Kunjungi s.id/bacatempo untuk mendapatkan diskon berlangganan Tempo Digital. Unduh aplikasi …
Penggeledahan yang dilakukan polisi terhadap rumah milik Febri Adriansyah, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, memicu ketegangan antara Polri dan Kejaksaan. Pertikaian ini bisa mengungkap perkara korupsi di dua institusi itu. Namun penegakan hukum berlandaskan dendam dan alat gertak mudah diselesaikan secara politik. Presiden Prabowo memberikan solusi keliru. - - - Kunjungi s.id/bacatempo…
Program makan bergizi gratis layak disebut sebagai salah satu korupsi paling masif dan sistemik dalam sejarah rasuah Indonesia. Korupsi tampak lazim dalam proyek ini. Praktik lancung yang merugikan keuangan negara terjadi dalam pelbagai lini dan melibatkan banyak kalangan: pejabat, partai politik dan aparat. Tidak dibangun dengan konsep yang baik sejak awal, MBG bisa bersalin rupa menjadi mesin…
Mati lampu bergilir di Jawa dan Bali terjadi karena kurangnya pasokan batu bara. Kementerian Energi menyembunyikan fakta bahwa seretnya pasokan batu bara disebabkan oleh aturan Bahlil yang memotong kuota produksi. Kegagalan menjaga listrik selalu menyala di negeri yang dikaruniai batu bara berlimpah merupakan salah satu bukti salah urus negara. - - - Kunjungi s.id/bacatempo untuk mendapatkan…
Presiden Prabowo dan Jokowi dikabarkan mulai merenggang. Pemicunya karena Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, putra Jokowi tidak mendapat peran dalam pemerintahan. Harapan Jokowi agar Gibran kembali berpasangan dengan di Pemilu 2029 terancam ambyar, karena Ketua Umum Gerindra berencana mencari calon lain. Gesekan yang bermanfaat bagi publik karena demokrasi yang baik perlu ada kontestasi. - - -…
Pemulihan ekonomi Indonesia bukan bergantung pada siapa Menteri Keuangan, melainkan seberapa cepat Prabowo menyadari kekeliruannya dalam membangun ekonomi. Persoalan besar yang memberi tekanan bagi perekonomian Indonesia bersumber dari proyek ambisius Presiden seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih dan pembelian alat perang yang dibiarkan begitu saja oleh Menteri Keuangan. Hukuman…
Penangkapan Dadan cs hanya puncak gunung es dari centang-perenang makan bergizi gratis. Desainnya sudah cacat sejak hulu, bahkan kekacauan terjadi sebelum Badan Gizi terbentuk. Sulit untuk tidak mengatakan bahwa proyek makan bergizi sengaja dirancang untuk mengkonsolidasi jaringan pendukung dan memoles citra pemerintahan Prabowo. Makin besar anggaran dialokasikan, makin besar peluang meniadi…
Presiden Prabowo banyak disebut menjalankan ekonomi Indonesia terpengaruh dari pemikiran Sumitro Djojohadikusumo, ayahnya yang seorang begawan ekonomi. Tapi praktiknya justru menyimpang dari gagasan. Sumitro meyakini ekonomi yang sehat tak digerakkan oleh dominasi negara. Sebaliknya, program Prabowo banyak menerapkan komando. Buah memang tak selalu jatuh di dekat pohonnya. - - - Kunjungi …
Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya mendapat banyak keistimewaan di pemerintahan Prabowo Subianto. Sebagai Sekretaris Kabinet, perannya sudah melebihi tugas seorang “perdana menteri”. Menjadi tentara, Teddy mendapat karpet merah menapak pangkat yang lebih tinggi, bahkan dengan perubahan peraturan. Mengapa Teddy bisa begitu dominan, dan apa saja konsekuensi yang bisa timbul bagi pelaksanaan jalannya…