
85. Bercanda Dengan Semesta
Terlalu bodoh untuk membuat kisah ceritaku sendiri dengan seringnya membuang kesempatan yang ada. Wajar jika semesta selalu mengajak untuk bercanda, karena damai yang masih belum bisa dirasakan.
"Apa Kabar?" Dari pertanyaan itu hanya ada dua jawaban, "Baik" atau "Buruk". Lalu bagaimana baiknya aku menjawab pertanyaan itu? IG : https://instagram.com/podcast.apakabar
Subscribe:.rss.atom.json.md.m3u.pls
Live Last read · last published · next check
Saves to your Listen queue, to pick up on another day or another device.

Terlalu bodoh untuk membuat kisah ceritaku sendiri dengan seringnya membuang kesempatan yang ada. Wajar jika semesta selalu mengajak untuk bercanda, karena damai yang masih belum bisa dirasakan.

Excited sendiri? yang benar ajaaa.....kau tau chat itu terkirim, pontensi untuk dibacanya ada. Tapi dia memilih untuk mengabaikannya dan memilih untuk update kehidupan dia daripada membalas chat murahan yang ku kirimkan, okay it's closure.......

Ketika peran utama yang aku perankan hanyalah selingan untuk menyambut sang tokoh utama, dan pada akhirnya hanya peran pembantu yang aku dapatkan

Kalau ditanya kenapa bisa bertahan, jawabnya sekedar yakin dia bisa berubah dan malas untuk memulai semua dari nol kembali

Hai kamu manusia yang tidak dapat minum kopi, apa kabar?

Terdakang aku sampai sekarang masih berfikir, sampai mana aku akan berenang dalam samudra kehidupan ini? Dan apa yang sebenarnya ada diujung sana?

Nah nah si dia nonton story nihhh

Semua yang terjadi seperti dejavu

Sebenarnya apa alasan ruh atau jiwaku bersedia untuk dilahirkan di dunia ini?

Salahkah jika aku berharap pada dirimu? Dan bolehkah aku mengetuk pintu hatimu?